BEKASI  

Seleksi 16 Kursi Pejabat Kab. Bekasi Disebut Syarat Pragmatisme

PJ.BEKASI – Sebagaimana surat keputusan Panitia Seleksi Nomor KP. 04.04/Kep.08-Pansel_I.JPTP/2022 dan surat keputusan Panitia Seleksi Nomor KP. 04.04/Kep.08-Pansel_II.JPTP/2022 tentang Penetapan Hasil Seleksi Terbuka Calon Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Kabupaten Bekasi disebut syarat pramagtisme.

Hasilnya diumumkan melalui surat Pengumuman Nomor KP. 04.04/Kep.07-Pansel_I.JPTP/2022 dan Nomor KP. 04.04/Kep.07-Pansel_I.JPTP/2022 tentang Hasil Seleksi Terbuka Calon Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Kabupaten Bekasi Tahun 2022, tertanggal 18 November 2022.

Ketua Umum LSM KOMPI, Ergat Bustomy, Selasa (28/11) dalam siarannya menduga Seleksi Terbuka Calon Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama tersebut hanya kemasan pragmatisme. Hal itu, kata Ergat tertuju pada Pj Bupati Bekasi, Dani Ramdan sebagai pelaku pertimbangan atas seleksi calon pejabat.

BACA JUGA :  Puluhan Sajam Ditemukan di Dalam Lapas

“Harusnya bupati lebih objektif sesuai ketentuan peraturan perundang – undangan terhadap pengangkatan pengisian jabatan dimaksud bukan tanpa alasan. Berdasarkan hasil investigasi dan validasi yang dilakukan Tim DPP LSM KOMPI, menemukan banyaknya pejabat yang masuk tiga besar peserta terbaik, terindikasi bermasalah terkait rekam Jejak dan perilakunya baik pada saat menduduki jabatan saat ini maupun pada saat menduduki jabatan sebelumnya,” ujar Ergat.

Ergat juga berpendapat, bahwa perwujudan good governance and clean government dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Salah satunya adalah dengan struktur komposisi personalia pejabat pada organisasi perangkat daerah, secara personal dapat memegang teguh tiga prinsip kinerja ASN yaitu nilai dasar, kode etik dan kode perilaku. Serta memiliki komitmen, integritas moral, dan tanggung jawab pada pelayanan publik.

BACA JUGA :  Hadiri Festival Kali Piket Sekolah Alam Prasasti, Syaiful Huda Bilang Begini

“Kami (LSM KOMPI) mendesak Dani Ramdan untuk lakukan pertimbangan yang objektif sesuai ketentuan peraturan perundang – undangan terhadap pengangkatan pengisian jabatan dimaksud, dan berharap Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil sesuai sifat surat Plh. Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri yang ditunjukan kepadanya untuk segera menindaklanjuti surat terkait Dugaan Pelanggaran Berat Etika ASN Dani Ramdan dimaksud,” pungkas Ergat. (rm)

error: POTRETJABAR.COM