Scroll Untuk Melanjutkan Membaca
Example 360x660
BEKASI

Sering Banjir, Pengusaha Dituding Tak Urus Peil Banjir

×

Sering Banjir, Pengusaha Dituding Tak Urus Peil Banjir

Sebarkan artikel ini
Perumahan Citra Permata Mas
Kegiatan lineing yang semestinya dilakukan pada awal pembangunan perumahan. Justru, Perumahan Citra Permata Mas, melakukan hal itu setelah seringnya terjadi banjir.

PJ. BEKASI – Ketua DKD Komnaspan Kabupaten Bekasi, Samanhudi mengatakan dari sekian banyak titik banjir di Kabupaten Bekasi yang lebih lama dan sering terlihat kubangan adalah perumahan. Kata dia, banyak perumahan yang mengebelakangkan urusan bistek layak perumahan.

“Ada beberapa perumahan di Sukadarma yang baru di bangun. Terutama Perumahan Citra Permata Mas. Pekerjaannya belum rampung/layak dihuni, pengembang sudah memasarkan,”ucap lelaki yang akrab disapa Saman, Minggu (22/3/2020).

Example 468x60

Kejadian ini kata Ia, di Kampung Ceger, Desa Sukadarma, Kecamatan Sukatani, daerahnya sangat rendah dan akhirnya jadi langganan banjir.

“Tidak musim hujan saja pakai pompa, apalagi sekarang,”ujarnya.

Seringnya banjir pada tiap perumahan, Saman menuding pengembang tidak mengurus rekomendasi Peil Banjir. Saman mendorong agar pihak Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bekasi untuk turun langsung mengecek hal tersebut.

BACA JUGA :  Mustakim 'Keukeuh' Tuti dan Marzuki Jadi Kandidat Cawabub

“Perumahan berdiri di atas tanah persawahan tanpa ‘mengurug’ (menbah tanah agar padat) agar tinggi daratannya, otomatis pihak DPMPTSP juga tidak akan mengeluarkan IMB, apalagi DPUPR tidak akan berani mengeluarkan Peil Banjir,” cetus dia juga.

Saman menjelaskan, istilah umum yang paling sering dengar dengan Peil Banjir artinya adalah ketinggian muka tanah yang secara hidrologi paling aman dari resiko banjir. Definisi Peil Banjir itu kata Saman, pengaturan ketinggian minimal lantai bangunan yang ditentukan berdasarkan lokasi bangunan tersebut, yang bertujuan untuk mencegah air banjir meluap dan masuk ke dalam bangunan jika lantai terlalu rendah.

“Senin (23/3/2020) kita (Komnaspan) akan turun dan mendengar penuturan pengusahanya. Jika tidak kumplit perizinannya, saya meminta pemerintah terkait agar melakukan tindakan kongkret kepada pengusaha-pengusaha nakal,” tandasnya. (end)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: POTRETJABAR.COM