BEKASI  

Soal Embung dan Jembatan Kuning, Dewan Sebut DPUPR Lalai

Reses Ketua Komisi III
Reses Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi Husni Tamrin di Desa Suka indah Kamis (30/01/20). Foto: (Endang/Redaksi)

PJ. BEKASI – Pembangunan di Pemkab Bekasi terus digalakan, namun sangat disayangkan pembangunan Jembatan Kuning di Muaragembong dan pembangunan embung dibeberapa titik di Kabupaten Bekasi saat ini masih saja mangkrak, hal itu akibat perencanaan yang lalai, karenanya Dinas PUPR sebagai pelaksananya wajib tanggungjawab.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi Husni Tamrin mengemukakan, DPUPR dianggarkan paling besar dibandingkan dinas lainnya, namun kinerjanya tidak melihat azas manfaat dan efisiensi anggaran.

Seperti hal nya yang terjadi pada Jembatan kuning di Kecamatan Muaragembong kendati menelan anggaran hingga puluhan miliar, sampai saat ini belum juga rampung alias mangkrak.

BACA JUGA :  Giliran Polsek Cabangbungin Dilaporkan Propam Polda Metro Jaya

Ironis memang, hanya lantaran belum ada rekomendasi dari kementrian alhasil saat ini mangkrak, padahal kegiatan itu sudah dari tahun 2017 dibangunya mestinya sudah rampung disaat perencanaan.

“Memang terkait jembatan kuning muara gombong yang cukup fenomenal di Kabupaten Bekasi. Jembatan itu dibangun mulai tahun 2107 dan telah menghabiskan 16 miliar lebih,”kata Husni Tamrin Usai acara reses di Aula Desa Suka indah Kecamatan Sukakarya. Kamis (30/01/20).

Jembatan Kuning di Kecamatan Muaragembong yang akan membentangi Sungai Citarum.

” Kami telah melakukan pemanggilan kepada dinas terkait yang telah melakukan pelelangan kembali pada tahun 2019 dan ada pemenang nya, tapi tidak berjalan pekerjaannya.ternyata kendalanya adalah tidak adanya rekomendasi dari kementerian PUPR, “tambahnya.

BACA JUGA :  Mafia Tanah di Kab. Bekasi Bakal Dibekuk Polisi

Hal ini menunjukan kegagalan pemerintah daerah Kabupaten Bekasi dalam perencanaan pembangunan tanpa melihat azas manfaat dan efisiensi anggaran.

DPUPR telah melakukan kecerobohan sehingga merugikan uang rakyat hingga miliaran rupiah, bahkan bukan hanya jembatan kuning, kegiatan penampung air yaitu pembangunan embung yang 14 titik di wilayah Kabupaten Bekasi selain berpotensi mangkrak bahkan nyaris ada beberapa yang tidak ada manfaatnya.

Dinding Embung di Sukaringin yang ambruk pada saat pengerjaan beberapa waktu lalu. (Foto: Redaksi)

” Bicara embung memang saya akui banyak nya kelalaian dan minimnya pengawasan oleh dinas terkait,sehingga pelaksaan nya kurang baik.dalam hal ini dinas PUPR Kabupaten bekasi,”ujar Embi sapaan akrabnya.

Embi juga mengatakan terkait jawaban Dinas PUPR perihal jembatan kuning Muaragembong bahawa Dinas PUPR Kabupaten Bekasi sedang mengupayakan agar mendapatkan rekom dari kementerian PUPR agar dapt di lanjutkan kembali.(End).

error: POTRETJABAR.COM