banner 728x90

Soal Kebocoran Pipa Gas, Komnaspan Sebut Pertamina EP Abaikan Permen ESDM

  • Bagikan
Staf Desa Lenggahsari menunjukan pipa milik PT. Pertamina Bocor lagi.
Staf Desa Lenggahsari menunjukan pipa milik PT. Pertamina Bocor lagi. (Foto:Endang/potretjabar)

PJ. BEKASI – Menanggapi kebocoran pipa gas milik Pertamina EP yang mengalami 5 kali kebocoran dalam jangka waktu yang singka di Desa Lenggahsari Kecamatan Cabangbungin Kabupaten Bekasi Jawa Barat akibat mengabaikan Peraturan Menteri ESDM No 18 tahun 2018 tentang pemeriksaan keselamatan instalasi dan peralatan pada kegiatan usaha minyak dan gas bumi.

Hal itu ditegaskan Ketua  Komite Nasional Penyelamat Aset Negara Kabupaten Bekasi  Samanhudi, kata Ia terjadinya kebocoran pipa gas milik Pertamina ini diduga disebabkan diabaikannya panduan teknis keamanan dalam teknis pemasangan jaringan pipa gas, padahal sudah jelas diatur dalam peraturan menteri ESDM No 18 tahun 2018 tentang pemeriksaan keselamatan instalasi dan peralatan pada kegiatan usaha minyak dan gas bumi.

Dalam Bab I Keselamatan Minyak dan Gas Bumi yang selanjutnya disebut Keselamatan Migas adalah keselamatan yang meliputi keselamatan pekerja, keselamatan instalasi dan peralatan, keselamatan lingkungan, dan keselamatan umum.

Serta diatur juga dalam pasal 3  ayat (1 )Kontraktor atau Pemegang Izin Usaha wajib menjamin keselamatan Instalasi dan peralatan pada kegiatan usaha minyak dan gas bumi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, Standar, dan kaidah keteknikan yang baik.(2) Jaminan keselamatan Instalasi dan peralatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:a. pembuatan desain Instalasi dan peralatan; dan pembangunan, pengoperasian, pemeliharaan,pengujian, pemeriksaan, dan pelaksanaan terhadap Instalasi dan peralatan.  Dan seterusnya dalam peraturan ini diatur secara detil.

“Kami melihat kebocoran pipa yang terjadi beberapa kali dalam waktu singkat  kontraktor pemasangan pipa gas tanpa melakukan uji leb terhadap lahan yang dilalui jalur penanaman pipa gas dan cenderung dikerjakan asal asalan tanpa mengindahkan acuan teknis dalam pelaksanaa UKL UPL yang didalamnya mencakup Kesangupan pelaksana pemasangan jaringan pipa, atau memang tidak mengantongi rekomendasi UKL UPLnya, “kata Saman.

BACA JUGA :  Baru Dibangun, Warga Muaragembong Minta Jembatan Kalen Tengah Dibongkar, ini alasannya

” Oleh karnanya dengan kejadian ini kami mendesak  kepada pihak terkait terutama dewan perwakilan rakyat daerah agar menindak lanjuti  kasus ini dan bila perlu minta pendampingan tim teknis agar jangan dibohongi oleh pihak pengelola PGN, karna bagaimana pun keamanan jiwa dan rasa nyaman masyarakat disekitar jalur Pertamina lebih utama, “sambung Ia.

Kata dia, Ia juga akan membuat kajian teknis bersama kawan kawan lembaga lainya untuk diteruskan kepada DPR RI dan pengawas migas.

Sebelumnya, Pemerintahan Desa Lenggahsari Kecamatan Cabangbungin Kabupaten Bekasi merasa dikibulin alias dibohongi Pertamina pasalnya, kebocoran pipa gas milik Pertamina kembali terjadi lagi padahal Pertamina dengan Pemerintahan setempat bersama DPRD Kabupaten Bekasi sepakat untuk menghentikan oprasionalnya sebelum pipa tersebut ada perbaikan.

Dikatakan Shuharto staf Desa Lenggahsari, Ia merasa dikibulin alias dibohongi oleh pihak Pertamina pasalnya, saat rapat bersama di kantor Kecamatan Cabangbungin menghasilkan kesepakatan yang salah satunya bahwa Pertamina menghentikan segala bentuk penyuplayan gas maupun operasinal lainnya sebelum pipa gas tersebut di tata ulang.

Rapat waktu itu kata dia, bersama Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi melakukan musyawarah dengan masyarakat sekitar yang merasa was was dengan adanya pipa Pertamina yang seringkali bocor. Alhasil disepakati bahwa Pertamina akan memberhentikan oprsional suplay seblum ada perbaikan.

BACA JUGA :  Sembilan Napi Narkoba Lapas Kelas IIA Cikarang Dipindahkan, Termasuk Terpidana Mati

“Berati kita dibohongin bang sama Pertamina, padahal ada dewan komisi tiga itu sebagai pasilitator masih dibohongin juga, padahal Pertamina janji bakal menghentikan segala bentuk penyuplayan hingga operasional apapun sampai ditata ulang dan diganti pipa nya,”kata Suharto saat ditemui di lokasi kebocoran pipa, Kamis (29/10/20).

Sementara Camat Cabangbingin Asef Buchori merasa geram sebab Pertamina belum serius menangani kebocoran ini, bagaimana tidak hal ini terjadi bekali- kali bukan hanya sekali dua kali berati bukan kecelakaan.

“Saya berharap kebocoran ini ditangani serius oleh Pertamina karena walaupun saya baru, ini bukan dua atau tiga kali,tapi lima kali ini bukan kecelakaan tapi kelalaian, ” tegas Asep.

Menanggapi hal tersebut Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Mustakim mengaku bahwa dirinya langsung menghubungi  Humas Pertamina yakni Hesti. kata Ia saat ini sedang ditelusuri dari mana sember kebocoran pipa tersebut.

“Sedang diselidiki sumbernya dari mana dan ada kemungkinan ada sumber lain masuk ke jalur PDL lewat header pak” ucap mustaqim seraya menirukan perkataan Hesti.

Sebelumnya Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi Helmi yang mengikuti diskusi tersebut mengatakan, bahwa para anggota komisi tiga tidak turun ke lokasi bocornya pipa gas, karena telah terjadi kesepakatan antara pihak pemdes bersama Pertamina

“kita gak turun Bang karena udah terjadi kesepakatan damai antara pemdes dengan Pertamina tadi bang”pungkas Helmi. (End)

banner 728x90 banner 728x90 banner 728x90 banner 20x50 banner 20x50 banner 20x50
  • Bagikan
error: POTRETJABAR.COM