Soal Korupsi DD, Kades Karangharja : Uang itu yang tahu hanya bendahara dan Kadesnya

PJ Kades Karangharja (DT) jadi tersangka Korupsi

Kantor Desa Karangharja Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi.
Kantor Desa Karangharja Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi.

PJ. BEKASI – Kepala Desa Karangharja Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi Heru Sukarna buka suara soal Korupsi di Desanya, Kata Ia yang paling mengetahui soal korupsi Dana Desa (DD) tahun anggaran 2018 yakni PJ Kades (DT ) dan bendaharanya.

“Soalnya Dana Desa (tahun anggaran 2018) itu mah yang tahu hanya bendahara dan kadesnya,”kata Kades Karangharja Heru Sukarna membeberkan saat dihubungi potretjbar.com Kamis (14/04/22).

Ia juga menjelaskan, Dana Desa di tahun anggaran 2018 itu dimasa transisi pergantian antara dirinya sebagai kades terpilih dengan PJ Kades (DT), saat itu Dana Desa untuk PJ sebanyak 60 % dari anggaran DD.

“60 persen, kalau semua titik kegiatan saya kurang apal bg, cuman yang gak dikerjakan jaling 3 titik Bg,”Beber Heru sapaan akrabnya.

BACA JUGA :  Aneh, Belia di Muaragembong Gemar Makan Kertas Hingga Batu

Sebagai Kades aktif, ia juga mengaku turut terperiksa dalam pusaran kasus korupsi yang dilakukan DT. Kedati demikian Ia berharap perkara korupsi yang terjadi di desanya agar dapat tindakan sesuai hukum yang berlaku, agar menjadi lebih baik.

“Ya kalau saya sebagai kades aktif untuk perkara ini mana yang terbaik ajah secara hukum,”ungkapnya.

Ia juga menerangkan, pegawai desa pada eranya kepemimpinan Pj (DT) yang saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh subnit Tipikor Polres Metro Bekasi masih ada yang bekerja aktif sebagai pegawai Desa Karangharja.

BACA JUGA :  Antisipasi Aksi Mogok Dagang, Kapolrestro Bekasi Tinjau Pasar di Cikarang

“Iya Bg waktu PJ (DT) bendarahara sekarang di saya kasi pelayanan,”ujarnya.

Manatan PJ. Kades Karangharja DT, saat digelandang Subnit Tipikor Polrestro Bekasi.
Manatan PJ. Kades Karangharja DT, saat digelandang Subnit Tipikor Polrestro Bekasi.

Sebelumnya, subnit Tipikor Polres Metro Bekasi menetapkan DT (50) sebagai tersangka kasus korupsi Dana Desa (DD) tahun 2018. Pelaku merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi yang menjabat sebagai Pejabat Sementara (PJ) Kepala Desa Karangharja Kecamatan Pebayuran sesuai dengan Keputusan Bupati Bekasi.

Tersangka terbukti melakukan korupsi keuangan desa pada tahun 2018 yang menimbulkan Kerugian Negara sebesar RP. 348.124.720. Jumlah itu berdasarkan Hasil Penghitungan Kerugian Keuangan Negara yang dilakukan oleh BPKP Perwakilan Prov. DKI Jakarta. DT ditetapkan sebagai tersangka karena menggunakan uang negara untuk kepentingan pribadi.(red)