banner 728x90

Tak Terima Diberhentikan, Mantan Kadus Buni Bakti Nuntut Kembalikan Uang

  • Bagikan
Foto Redaksi
Foto Redaksi

PJ. BEKASI – Tidak terima lantaran diberhetikan dari jabatan Kepala Dusun oleh Kepala Desa Buni Bakti Kecamatan Babelan tanpa sebab yang jelas, mantan Kadus ini nuntut pengembalian uang yang sudah dikeluarkan saat membantu kegiatan Pemerintahan Desa.

“Selama dua tahun saya menjabat sebagai Kadus telah mengeluarkan anggaran yang cukup besar untuk keperluan desa yang seharusnya bisa dianggarkan dari anggaran desa yang diterima kades disetiap tahunnya, dan anggaran yang telah saya keluarkan harus diganti sama Kades, “ucap mantan Kadus II, Nursan usai melaksanakan mediasi antara Kepala Seksi Pemerintahan dan Kepala Desa, di aula kantor Kecamatan Babelan, Kamis (5/11/20).

Kata Ia, pihak keluarga memberikan waktu kepada Kades Buni Bakti untuk membayar anggaran yang telah di keluarkan dirinya selama menjadi Kadus di Desa Buni Bakti.

“Ada sebanyak 50 jutaan uang yang saya gelontorkan untuk keperluan perangkat Desa Buni Bakti, karena saya sudah diberhentikan dari jabatan saya sebagai Kadus, saya minta uang yang telah saya keluarkan untuk keperluan pamong desa harus dikembalikan, dan saya beri waktu untuk Kades Buni Bakti selama 10 hari kedepan untuk segera melunasi, “terangnya.

BACA JUGA :  Anak Kehilangan Ortu Gegara Covid-19, DPRD Kota Bekasi Dorong Dinsos Beri Bantuan

Usai melaksanakan mediasi antara Kepala Seksi Pemerintahan dan Kepala Desa, kepada media M Nursan HS mengatakan, bahwa dirinya tidak terima diberhentikan dari jabatan kadus tanpa sebab yang jelas.

Ia juga eminta Camat Babelan selaku pembina untuk menjelaskan atas keputusan sepihak yang dilakukan Kepala Desa tersebut.

Sementara, Sidi Sumardi Kepala Desa Buni Bakti Sidi Sumardi mengatakan, bahwa ini adalah hanya kesalahpahaman saja, dan tidak perlu di besar-besarkan.

“Hanya salah faham saja, yang harus diingat adalah, saya sebagai Kades mempunyai hak preogratif dalam mengangkat dan memberhentikan pegawai desa, “terangnya.

Sama halnya yang dikatakan Kepala Seksi Pemerintahan Edwin, menurutnya kalau di lihat dari usia, Kadus II Desa Buni Bakti seharusnya sudah pensiun.

“Seharusnya memang di usia pak Nursan sudah tidak lagi produktif menjabat sebagai perangkat desa, karena usianya yang sudah lebih dari 50 tahun, “ungkap Edwin.

BACA JUGA :  Peringatan World Cleanup Day 2021, Masyarakat Majalengka Diajak Biasakan Memilah Sampah
Foto Redaksi
Foto Redaksi

Diketahui dari informasi yang didapat bahwa perincian pengeluaran mantan Kadus II Desa Buni Bakti selama menjabat diantaranya, Pembelanjaan Alat Dinas Hansip untuk 11 Orang, juru pengairan desa /ulu-ulu satu Orang, ketua RT dan RW sebanyak 9 Orang.

Baju Hansip untuk 11 orang x Rp.400.000 = Rp.4.400.000.-, Gesper, Sepatu, Topi dan Kaos Kaki untuk 11 orang x Rp.350.000 = Rp.3.850.000.-, untuk ketua RT dan RW serta juru pengairan desa/ulu-ulu sebanyak 10 orang x Rp.400.000.- = Rp.4.000.000.-, Jumlah Total : Rp.12.250.000.-.

Normalisasi Kali DT.8 tahun 2019 kemarin untuk sewa alat berat jenis beko selama 10 hari, perjamnya Rp.250.000 x 8 jam setiap hari. 80 jam x Rp.250.000 = Rp.20.000.000.-, biaya pembelian solar perhari 20 Liter x 10 Hari = Rp.16.000.000.-, tambah uang makan perhari 250.000 x 10 Hari = Rp.2.500.000.-, Jumlah Total : 38.500.000.-.

Jumlah Keseluruhan: Rp.12.250.000 + Rp.38.500.000 = Rp.50.750.000.-, (Lima Puluh Juta Tujuh Ratus Lima puluh ribu Rupiah).(Cep).

banner 728x90 banner 728x90 banner 728x90 banner 20x50 banner 20x50 banner 20x50
  • Bagikan
error: POTRETJABAR.COM