Takut Jebol, Warga Desak Perbaikan Tanggul Citarum Jadi Prioritas

Kegiatan Musrenbang di Desa Karangsegar Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi, Selasa (20/01/26).

PJ.BEKASI – Kekhawatiran warga Kecamatan Pebayuran terhadap kondisi tanggul Kali Citarum memuncak. Sejumlah warga Desa Karangsegar menggeruduk kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) desa, menuntut agar perbaikan tanggul yang dinilai kritis dijadikan prioritas utama pembangunan.Aksi tersebut dipicu kondisi tanggul di depan Kantor Desa Karangsegar yang disebut sudah mengalami kerusakan parah dan rawan jebol.

“Ya, tentu saja perbaikan tanggul yang rawan itu harus segera dilakukan, terutama yang di depan kantor desa. Itu perlu penanganan serius karena jelas bukan kewenangan pemerintah desa. Harus ada pihak yang lebih berwenang,” tegas Sunaryo, warga Kampung Babakan RT 01/01 Desa Karangsegar, Selasa (20/01/26).

Menurut Sunaryo, kerusakan tanggul sudah sangat mengkhawatirkan. Struktur tanah penahan banjir disebut telah terkikis dan hanya menyisakan susunan batu besar.

“Tanggulnya sudah bocor. Sekarang tanahnya sudah habis terkikis, tinggal batu-batunya saja yang menahan air,” jelasnya.

Ia menegaskan, pemerintah desa harus segera menyampaikan kondisi kritis tersebut secara resmi kepada pemerintah daerah, pemerintah provinsi, hingga instansi terkait melalui hasil Musrenbang.

Warga sekitar menilai kondisi tanggul Kali Citarum saat ini sudah berada pada tahap darurat. Namun hingga kini, mereka menduga belum ada respons serius dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum maupun pemerintah pusat.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Kepala Desa Karangsegar, Chandra Wira Hadi, menjelaskan bahwa Musrenbang awalnya memprioritaskan sekitar 14 usulan pembangunan infrastruktur desa, seperti perbaikan drainase, jembatan, dan sarana penunjang lainnya.

“Usulan-usulan itu merupakan hasil aspirasi warga yang dihimpun melalui pemerintah desa,” ujarnya.

Namun di tengah jalannya Musrenbang, sejumlah warga secara langsung menyampaikan kekhawatiran serius terkait kondisi tanggul Kali Citarum yang mengalami kerusakan berat dan dinilai jauh lebih mendesak karena menyangkut keselamatan warga.

Warga khawatir, jika tidak segera ditangani, tanggul yang sudah tidak kokoh tersebut dapat jebol dan memicu banjir besar yang merugikan masyarakat Karangsegar dan wilayah sekitarnya.

Menanggapi hal tersebut, Chandra memastikan seluruh aspirasi warga akan menjadi perhatian serius pemerintah desa.

“Kami akan menindaklanjuti keluhan warga dan mengajukan penanganan kepada Pemerintah Daerah, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, hingga pihak BBWS Citarum,” pungkasnya.

(Lut)










Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup
error: POTRETJABAR.COM