Scroll Untuk Melanjutkan Membaca
BEKASI

Tomas Muaragembong Ngambek Gegara Normalisasi Ini

×

Tomas Muaragembong Ngambek Gegara Normalisasi Ini

Sebarkan artikel ini

PJ.BEKASI – Tokoh Masyarakat (Tomas) Desa Pantai Mekar Kecamatan Muaragembong Kabupaten Bekasi ngambek, setelah mendengar normalisasi anak sungai Citarum yang diduga belum rampung namun sudah ditinggalkan.

“Kesel saya bang, kurang ajar bangat itu Kontraktor kalau emang bener itu kegiatan belum kelar udah di tinggal,”kelakar Tokoh Masyarakat sekitar Darman kepada wartawan di kediamannya, Sabtu (07/09/23).

Normalisai kali itu lanjut Darman, harusnya dilaksanakan hingga rampung dan nyambung ke Sunga Citarum agar air yang mengalir dapat lancar dari hulu ke hilir.

Ia juga menyesalkan, jika memang anggaran tidak mencukupi mestinya hulu lebih dahulu dan yang dilaksanakan saat ini justru malah sebaliknya. Jika demikian bisa menyebabkan air yang mengalir bakal tersumbat di depan.

“Kalau memang anggarannya kurang mencukupi yang hilirnya dibelakang kan, jangan justru malah sebaliknya bisa menyebabkan tetap air nya tersumbat di depan.”ungkapnya.

BACA JUGA :  Marwah Semangat Membangun Indonesia dari Desa

Normalisai itu rupanya kegiatan Dinas SDABMBK Kabupaten Bekasi dengan anggaran sebesar Rp 945,355,000.00 bersumber dari APBD tahun 2023, yang dilaksanakan oleh CV. Warren Buana.

Menanggapi hal itu, pihak DSDABMBK melalui pengawas dalam kegiatan tersebut Burhan menerangkan, kegiatan tersebut memang belum rampung dikerjakan. Tapi bukan ditinggal, dia mengatakan, pekerjaan yang saat sudah dikerjakan diutamakan kondisi longsor dahulu kemudian baru memobilisasi excavator yang baru selanjutnya akan di mobilisasi lagi.

“Memang belum bang, dan gak akan ditinggalkan lah gak boleh tanya aja haji Amingnya dan lagi mobilisasi alat yang baru yang longsasis. kemaren kan itu ngerjain yang longsor dulu di tengah,”kata Burhan saat dihubung.(End)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: POTRETJABAR.COM