GARUT  

MOI Jabar Bakal Laporkan PDAM Tirta Intan ke Kajati

PJ. GARUT  – PDAM Tirta Intan Kabupaten Garut bakal dilaporkan ke Kejati Jabar lantaran kegiatan Pengerjaan proyek pipa jaringan.

Pasalnya, proyek pipa jaringan air minum yang milik PDAM Tirta Intan yang berlokasi di Jalan Raya Wanaraja, Sadang, Kecamatan Sucinaraja, Kabupaten Garut diduga tidak sesuai spesifikasi teknis dan mengabaikan transparansi publik sebagaimana yang diamanatkan Undang-Undang No.14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Sekjen DPW MOI Jawa Barat, Dede Sugiarto mengatakan, bahwa informasi adalah hak publik berarti meliputi seluruh masyarakat. Artinya, masyarakat bisa memperoleh berbagai sumber informasi, salah satunya melalui media massa atau berita.

“Saya rasa tidak sulit lah melakukan itu, asalkan semua yang dikerjakan sesuai aturan, dan perencanaan awal, tinggal di jelaskan saja. Soal informasi jangankan wartawan yang berprofesi sebagai pencari berita, masyarakat biasa pun kalau bertanya atau meminta informasi ya dijelaskan saja, jangan tekesan ditutupi-tutupi,”ujarnya, (18/02/22).

BACA JUGA :  Kantor Redaksi Disatroni Orang Tidak Dikenal, Tomy:Ini ada hubungannya dengan berita

“Wajar saja kalau memang ada pihak yang merasa proyek itu ada apa-apanya, karena tidak mendapatkan informasi yang jelas terkait pekerjaan tersebut, sehingga berasumsi liar. Intinya pihak PDAM harus terbuka, jangan takut di publish kalau memang sesuai aturan, jadi informasinya jelas,”sambung nya

Lebih lanjut, Dede Sugiarto mengatakan, jangan sampai sikap dan kebijakan PDAM berdampak kepada kepercayaan masyarakat. Jika PDAM Tirta Intan menyembunyikan informasi akan berdampak kepada kepercayaan masyarakat terhadap BUMD yang mengelola anggaran masyarakat Garut, dan adanya pekerjaan tersebut jangan sampai berdampak pada konsumen atau pelanggan PDAM Tirta Intan

BACA JUGA :  Kantor Redaksi Disatroni Orang Tidak Dikenal, Tomy:Ini ada hubungannya dengan berita

Karena itu, DPW MOI Jawa Barat berencana akan melaporkan permasalahan tersebut kepada Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.

“Akan terus kita pantau perkembangan nya terkait proyek pipa jaringan PDAM ini, bahkan kita sudah melakukan koodinasi dengan rekan DPW MOI Jabar untuk melaporkan permasalahan ini dengan data yang kita punya”,terang Ia.

Dede menambahkan, pihaknya sudah berkomunikasi dengan pihak Kejati Jabar, Jum’at, 18 Februari 2022.

 “Sebetulnya kita sudah melakukan komunikasi dengan pihak Kejati, bahkan Kajati pun memantau kelanjutan berita terkait proyek pipa jaringan PDAM ini”, pungkasnya.(red)