Marak Pungli di Tempat Wisata, Tokmas Segarjaya Desak Polisi Bertindak

Screenshot vidio : pengunjung wisata Pulau Putri di Desa Segarjaya Kecamatan Batujaya Kabupaten Karawang.

PJ.KARAWANG – Tempat wisata menjadi sasaran empuk bagi para oknum untuk melakukan aksi pungutan liar (Pungli) di Kabupaten Karawang Jawa Barat pasca hari Raya idul Fitri 1445 H.

Baru – baru ini dugaan pungli itu terjadi di wisata Pantai Pulau Putri Desa Segarjaya Kecamatan Batujaya. Bahkan, Tokoh Masyarakat (Tokmas) setempat mendesak agar pihak Kepolisian untuk segera bertindak para pelaku pungli agar tidak lagi meresahkan pengunjung.

“Ini sudah jadi ranah kepolisian, karenanya Polisi segera bertindak kasih pelajaran kepada oknum pelaku Pungli di Pulau Putri,”ujar Tokmas Segarjaya Lili Candra, Selasa (16/04/24).

Kabar dugaan marak Pungli itupun telah sampai ke Plt Camat Batujaya Irlan Suarlan. Kendati demikian, Ia memastikan bahwa pihak kecamatan yang dipimpinnya tidak pernah melakukan pungli ditempat wisata Pulau Putri.

“Tidak ada praktik pungli yang dilakukan pihak Kecamatan,”kata Irlan saat dihubungi.

Pasca Hari Raya Idhul Fitri, wisata laut itu pun menarik ribuan warga yang ingin melihat keindahan pesisir laut. Namun, sebelum masuk ke wisata pengunjung dipungut biaya.

Mulai dari Rp20 ribu untuk Pengandara motor dan Rp50 untuk pengendara bermobil, sebagaimana yang tertera pada tiket masuk yang berlogo Pemkab Karawang dan lembaga Desa setempat.

Dari biaya yang dipungut tersebut, jika dikalikan ribuan pengendara dapat menghasilkan ratusan juta. Entah kemana rimbanya hasil pungutan itu sebab, belum diketahui ketentuan yang menjadi dasarnya.

“Coba tanya ke pemerintah desa ya,”singkat Irlan.

Kendati begitu, sebagai pembina diwilayahnya Irlan mangaku sudah seringkali menghimbau kepada Pemerintah Desa Segar Jaya agar musyawarah terlebih dahulu sebelum ada biaya yang dipungut kepada para pengunjung.

“Sudah diarahkan untuk musyawarah desa sebelum pelaksanaan, makanya coba tanya ke Pemdes,”pungkasnya.

Oknum BPD Ajak Ribut Warga Gegara Pemberitaan Dugaan Pungli

Ironis memang, jika seorang BPD hanya gegara pemberitaan di media online sampai mengintimidasi bahkan sampai ajak ribut warganya sendiri. Hal itu terjadi di Kabupaten Karawang Jawa Barat.

Insiden itu terjadi pada Lili Candra (45) Warga Desa Segar Jaya Kecamatan Batujaya. Dirinya merasa terkejut ketika sejumlah orang mengendarai tiga motor beratribut Ormas mendatanginya langsung ngamuk dengan perkataan yang tak pantas. Usut punya usut orang yang berkata dengan nada tinggi itu oknum BPD desa setempat.

“Saya sedang duduk santai diwarung pak Haji Amir. Masih wilayah Pulau Putri, tidak lama kemudian ketua BPD Nilan. Memakai Atribut Ormas Tiga motor berjumlah Enam Orang langsung menghampiri saya,”kata Lili kepada wartawan, Minggu (15/04/24)

“Apa-apanluh jadi Nara sumber langsung rame berita. disitu kan ada gua dalamnya pake muat ada Pungli di pemberitaan, gua gak takut ama luh biar luh orang sebrang juga,”ucap Lili menambahkan seraya menirukan ucapan Oknum BPD.

Rupanya lanjut Lili, oknum BPD tersebut ngamuk lantaran pemberitaan di media online yang memuat dugaan pungli yang terjadi di tempat Wisata Pulau Putri.

“Sebelum dia menghampiri saya dan intimidasi saya BPD Nilan. Dia terlebih dahulu pesan suara ke saya dengan bahasa nantang. Luh dimana posisi Li. gua samperin kita ribut hayu,”ungkapnya.

Sejatinya Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dapat menjadi penyalur aspirasi warganya. Smentara, Ketua BPD Segar Jaya Nilan yang disebut -sebut diduga mengintimidasi warganya mengelak akan adanya insiden itu.

“Gak begitu Pa,”singkat Ia saat dihubungi via aplikasi WhatsApp.(dor/red)










Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup
error: POTRETJABAR.COM