Barang Expired Dijual, Tujuh Pelaku Terancam Bui Lima Tahun

PJ.BEKASI – Polisi Mengungkap 7 orang pelaku yang diketahui menjual kembali beragam barang kedaluwarsa (expired). Pelaku ternyata melakukannya dengan cara menghapus kode tanggal expired diganti dengan yang baru.

Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Gidion Arif Setyawan mengatakan, berawal saat petugas sedang melakukan observasi pada Rabu (16/11/2022) lalu, di kampung Bojong Koneng RT 001 RW 0033, Desa Telaga Murni, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi.

“Pada saat itu Unit Reskrim Polsek Cikarang Barat berhasil mengamankan satu orang pelaku perempuan berinisial (N) di rumah kontrakannya, yang saat itu ditemukan ratusan karton dus produk makanan dan minuman kadaluarsa,”ujar Gidion (23/11/22).

BACA JUGA :  Capaian Kinerja Kejari, ini Deretan Kasus Korupsi di Wilayah Pemkab Bekasi

Lebih lanjut Gidin mengatakan, setelah dilakukan penggeledahan di lokasi, kata Dia, terdapat enam karyawan yakni berinisial, M, D, A, J, N, yang sedang melakukan menghapus kode tanggal expired kadaluarsa pada produk makanan tersebut.

“Mereka melakukannya dengan cara menggunakan cairan thiner dan mencetak ulang kembali kode tanggalnya dengan alat label matic printing,”ucapnya.

Gidion mengungkapkan, setelah dicetak kembali kode expired tersebut, seperti produk makanan dan minuman pada umumnya. Ironisnya, barang kadaluarsa itu dijual kembali kepada masyarakat.

“Barang tersebut diperjual belikan kembali oleh seorang berinisial (AR) yang merupakan reseller melalui jaringan media sosial kepada masyarakat yang memesan,”imbuhnya.

BACA JUGA :  Kasasi Ditolak, Pemerkosa 13 Santri Tetap Divonis Mati

Dalam kasus ini, tambah Gidion, ada tujuh orang pelaku termasuk reseller yang sudah diamankan. Pelaku dikenakan Pasal 62 ayat 1 Jo Pasal 8 dan 9 UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan konsumen Sub Pasal 143 Jo Pasal 99 UU No.18 Tahun 2012 Tentang Pangan.

“Ancaman hukuman dalam UU Perlindungan Konsumen pelaku usaha yang melanggar, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau dalam UU pangan setiap orang yang melanggar Pasal 143 dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp. 4 empat miliar,”tandasnya.(Ade)

error: POTRETJABAR.COM