2.102 Pelajar Ikuti Jambore, Warga Minta Bangun Bumi Perkemahan
PJ.BEKASI — Tingginya antusiasme pelajar mengikuti Jambore Ranting (Jamran) Pramuka Kecamatan Pebayuran ke-XXIII Tahun 2026 menjadikan dorongan salah satu warga Kecamatan Pebayuran meminta Pemerintah Kabupaten Bekasi membangun bumi perkemahan yang representatif di wilayah tersebut.
Jambore yang berlangsung di Kampung Pulopipisan, RT 02/RW 01, Desa Karangjaya, Kecamatan Pebayuran, Jumat (28/8/2026), diikuti sekitar 2.102 peserta dari berbagai jenjang pendidikan.
Namun, di tengah tingginya partisipasi peserta, Kecamatan Pebayuran hingga kini belum memiliki bumi perkemahan yang dinilai layak untuk menunjang kegiatan kepramukaan dan pendidikan karakter pelajar.
Warga Pebayuran, Lutfi, berharap Bupati Bekasi memberikan perhatian terhadap kebutuhan tersebut. Menurut dia, keberadaan bumi perkemahan permanen akan memberikan manfaat lebih luas karena dapat digunakan sepanjang tahun untuk berbagai kegiatan pendidikan.
“Kami berharap Bupati Kabupaten Bekasi bisa melihat kebutuhan ini. Kecamatan Pebayuran membutuhkan bumi perkemahan yang representatif untuk mendukung kegiatan pendidikan anak-anak,” ujar Lutfi.
Menurut Lutfi, bumi perkemahan tidak semata-mata dibutuhkan ketika kegiatan jambore berlangsung. Fasilitas tersebut dapat digunakan sekolah untuk kegiatan perkemahan, pelatihan kepemimpinan, pembentukan karakter, hingga berbagai kegiatan edukatif di luar ruang.
“Jangan hanya ketika ada jambore kita mencari lokasi. Kalau ada bumi perkemahan yang permanen dan layak, sekolah bisa menggunakannya untuk berbagai kegiatan pendidikan sepanjang tahun,” katanya.
Ia berharap bumi perkemahan tersebut nantinya memiliki fasilitas pendukung yang memadai, mulai dari MCK, air bersih, tempat ibadah, penerangan, hingga fasilitas keselamatan peserta.
Lutfi menilai pembangunan bumi perkemahan dapat menjadi salah satu bentuk investasi pemerintah daerah dalam menyiapkan generasi muda. Kegiatan di alam terbuka, kata dia, dapat melatih disiplin, tanggung jawab, kerja sama, kemandirian, dan kepemimpinan pelajar.
Ketua Kwartir Ranting (Kwarran) Pramuka Kecamatan Pebayuran, Taufik Hidayat, S.Pd.I, mengatakan pelaksanaan Jamran ke-XXIII mendapat dukungan sekitar 100 anggota sanggar kerja.
Mereka berasal dari SMAN 1 Pebayuran, SMKN 1 Pebayuran, dan SMK Swasta Al-Jazari.
“Peserta yang masuk kurang lebih 2.000 orang dari unsur SD, MI, SLTP, dan MTs. Kegiatan ini juga dibantu tenaga sanggar kerja kurang lebih 100 anak,” ujar Taufik.
Meski diikuti ribuan peserta, pelaksanaan jambore masih menghadapi persoalan klasik berupa keterbatasan lokasi perkemahan.
Taufik mengatakan Kecamatan Pebayuran belum mempunyai bumi perkemahan yang representatif sehingga pihak Kwarran atau panitia kegiatan harus mencari lokasi alternatif setiap kali kegiatan perkemahan digelar.
“Tahun ini kita melaksanakan Jambore di pesawahan. Kondisi tapak kemahnya banyak lubang atau retakan tanah sawah. Jadi saat waktu istirahat malam, tidur anak-anak kurang nyenyak dan setelah bangun badan terasa sakit,” katanya.
Kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap bumi perkemahan yang aman dan layak dinilai semakin mendesak.
Taufik berharap pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan dapat mendukung penyediaan fasilitas tersebut di Kecamatan Pebayuran.
“Kami berharap bisa punya Buper di lingkungan Kecamatan Pebayuran yang secara lapangan cukup layak, termasuk ketersediaan air dan MCK. Namun, tentu butuh dukungan dari semua pihak,” tuturnya.
Menurut Taufik, penyediaan bumi perkemahan bukan sekadar persoalan fasilitas. Keberadaannya berkaitan langsung dengan keberlanjutan pendidikan kepramukaan yang selama ini menjadi salah satu sarana pembentukan karakter generasi muda.
“Pendidikan kepramukaan ini multi-kurikulum dan mendidik karakter generasi bangsa agar ke depan lebih baik,” ujarnya.
Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian kegiatan dengan baik dan kembali ke rumah dalam kondisi sehat.
“Mudah-mudahan anak-anak yang datang dalam kondisi sehat, pulang ke rumah masing-masing juga sehat dan membawa ilmu yang bermanfaat,” pungkasnya.
Aspirasi pembangunan bumi perkemahan tersebut kini diharapkan menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Bekasi. Bagi warga dan penggiat Pramuka, fasilitas itu bukan hanya tempat berkemah, tetapi juga dapat menjadi ruang pendidikan karakter, kepemimpinan, kemandirian, dan kebersamaan bagi generasi muda Pebayuran.
(Lut)











