banner 728x90

Bagi Uang ke-Anak Kecil Menjadi Tradisi Unik Saat Lebaran di Indonesia

  • Bagikan
Ilustrasi : bagi bagi uang ke anak kecil saat hari raya lebaran
Ilustrasi : bagi bagi uang ke anak kecil saat hari raya lebaran

PJ. BEKASI – Setelah sebulan berpuasa dan berperang melawan hawa nafsu, umat muslim di seluruh dunia merayakan hari kemenangan, yaitu Hari Raya Idul Fitri.

Sebagai negara dengan jumlah muslim terbanyak di dunia, Indonesia ternyata punya tradisi unik untuk merayakan hari raya.

Tradisi ini hanya bisa ditemukan saat Idul Fitri sehingga membuatnya sangat ditunggu-tunggu setiap tahun.

Nah, salah satu tradisi pada hari Lebaran dan yang biasanya ditunggu oleh anak-anak adalah mendapatkan uang dari kerabat saat bersilaturahim.

Anak-anak sudah cukup senang apabila uang yang didapatkan tersebut uang yang masih baru, meskipun nominalnya tidak terlalu besar.

Menarik untuk mengetahui sejak kapan tradisi tersebut ada dan apa makna di dalam tradisi membagikan uang saat Hari Raya tersebut.

Seperti yang dilakukan keluarga Karnata (45) warga Desa Karang Asih Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi Jawa Barat, saat lebaran Ia bersama keluarga selalu berkunjung kesanak saudara yang lebih tua atau dituakan.

Disaat itu lah keluarga besarnya berbagi uang kepada sanak saudaranya yang mempunyai anak kecil, kata Ia hal ini sudah menjadi tradisi saat hari raya Idul Fitri.

BACA JUGA :  Tanjidor, Kesenian Khas Betawi yang Perlu Regenerasi

“Sudah terbiasa, saat kumpul sama keluarga di kampung saat lebaran sudah persiapan uang sepuluh ribu sampe dua puluh ribuan buat bagi bagi keponakan  dan saudara yang punya anak kecil, ” kata Karnata kepada potretjabar.com Selasa (26/05/20).

Ilustrasi : kumpul bersama keluarga saling silahturahmi saat lebaran
Ilustrasi : kumpul bersama keluarga saling silahturahmi saat lebaran

Dilansir gird.id, Kepala Program Studi Indonesia Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, Sunu Wasono mengatakan, tradisi membagikan uang saat Hari Raya menurutnya sudah ada sejak lama. Namun, dia tidak mengetahui secara pasti kapan tradisi tersebut bermula.

Menurutnya, ada kemungkinan tradisi memberikan uang baru itu terpengaruh oleh budaya China, yaitu memberikan angpao seperti saat Tahun Baru Imlek.

“Kalau ditanya sejak kapan, memang tidak bisa diketahui karena dari dulu sejak ada. Ada kemungkinan terpengaruh dari budaya China yang membagikan angpao,” kata Sunu, dikutip gird.id Kamis (21/5/20).

“Yang namanya pengaruh seperti itu kan tidak bisa disadari. Karena kalau sudah menjadi tradisi ya kita anggap sebagai bagian dari cara hidup atau kebiasaan kita,” sambungnya.

BACA JUGA :  Kembalikan Islamic Centre Ketujuan Awal, ini kata Pemerhati Peradaban Islam

Kendati demikian, Sunu menyebut tradisi berbagi di hari-hara raya atau hari besar itu berlaku untuk pemeluk agama mana pun.

Sunu menjelaskan, pemberian uang baru itu bisa dimaknai sebagai simbol semangat berbagi dari orang yang memiliki rezeki berlebih kepada kerabat.

Tradisi tersebut merupakan bagian dari solidaritas sosial agar semua orang berbahagia dalam merayakan hari yang istimewa.

“Karena semangatnya adalah semangat cinta kasih dan berbagi, sehingga semua sama-sama merasa bahagia,” jelas dia.

Soal pemberian berupa uang baru, Sunu menyebut hal itu dilakukan agar disukai oleh anak-anak.

Menurutnya, sesuatu yang baru itu menarik di mata anak meskipun nominalnya kecil.

Namun, jika ditarik ke makna yang lebih luas, ia menyebut bahwa uang baru bisa menjadi simbol semangat baru setelah menjalani puasa selama satu bulan.

“Karena yang ditekankan di situ adalah fitri, yaitu diharapkan kita menjadi pribadi-pribadi baru yang merupakan hasil penggemblengan dari sebulan penuh berpuasa dan menahan diri,” terang dia. (*/PJ)

banner 728x90 banner 728x90 banner 728x90 banner 20x50 banner 20x50 banner 20x50
  • Bagikan
error: POTRETJABAR.COM