banner 728x90

Intensitas Hujan Tinggi, BPBD Jabar Siaga Bencana

  • Bagikan
IMG 20191206 WA0012
(Foto: Ilustrasi/Google)

Intensitas Hujan Tinggi, BPBD Jabar Siaga Bencana

 

PJ BANDUNG – ,Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat bersiap siaga menghadapi bencana hidrometeorologi. Hal tersebut dilakukan, mulai tingginya intensitas hujan di sejumlah wilayah di Jawa Barat.

 

“Kami di dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi,” Ujar Pelaksana BPBD Jabar Supriyatno di Gedung Sate, Selasa (19/11/2019) seperti yang diwartakan liputan6.com

 

Supriyatno menyatakan pihaknya siap melakukan penanggulangan bencana di wilayah yang terdampak bencana. Bahkan, persiapan sarana prasarana dinilainya sudah dalam keadaan siaga.

 

“Persiapan di antaranya, personel, peralatan, relawan, serta mengevaluasi titik-titik potensi bencana,” bebernya.

BACA JUGA :  Lulus Tahap 1 Program OPOP, 59 Ponpes di Majalengka Dapat Hadiah dari Bupati

.

Menurutnya, BPBD tingkat kabupaten/kota di Jabar pun telah siap berkolaborasi untuk menangani bencana-bencana yang dikhawatirkan muncul saat musim hujan berlangsung.

    IMG 20191206 WA0013(Foto: Ilustrasi/Google)

“Kesiapsiagaan kami tentunya berkoordinasi dengan BPBD kabupaten/kota, TNI, Polri, Basarnas dan relawan. Untuk BPBD, kami siapkan seluruh logistik dan peralatan serta SDM dalam penanggulangan bencana,” ujarnya.

 

Ia juga mengungkapkan, ancaman bencana tanah bergerak atau tanah longsor masih mendominasi angka musibah yang ada di Jawa Barat, terutama pada musim penghujan seperti saat ini. Tercatat ada 3.000 titik rawan bencana pergerakan tanah yang tersebar di 27 kabupaten dan kota.

IMG 20191206 WA0014
(Foto: Ilustrator/Google)

“Jawa Barat bagian selatan dan tengah, ada 3.000 titik lokasi rawan pergerakan tanah. Dari Januari 2019 sampai hari ini ada 468 kejadian tanah bergerak,” jelasnya.

BACA JUGA :  Mengungkap Misteri Pengangkatan Penjabat Bupati Bekasi

 

Menurut Supriyatno, potensi longsor di wilayah Jabar tengah dan selatan sangat besar mengingat tanah yang merekah selama musim kemarau akan sangat berbahaya saat menyerap guyuran air hujan.

 

Selain tanah longsor, Supriyatno juga mengungkapkan, bencana yang mendominasi di Jabar sejak Januari hingga Oktober terdiri dari kebakaran hunian, angin puting beliung, kebakaran hutan dan lahan, banjir, dan gempa bumi.

 

“Sampai akhir Oktober bencana 1.486 kejadian, itu belum terhitung November,” pungkasnya (red)

banner 728x90 banner 728x90 banner 728x90 banner 20x50 banner 20x50 banner 20x50
  • Bagikan
error: POTRETJABAR.COM