Scroll Untuk Melanjutkan Membaca
Example 360x660
JAWA BARATOTOMOTIF

Jelang Ahir Tahun 2019, Honda Tembus 19.000 Mobil Terjual di Jabar

×

Jelang Ahir Tahun 2019, Honda Tembus 19.000 Mobil Terjual di Jabar

Sebarkan artikel ini
(Foto: Ilustrasi/Google)

Jelang Ahir Tahun 2019, Honda Tembus 19.000 Mobil Terjual di Jabar

PJ. BANDUNG – Main dealer Honda mobil untuk wilayah Jawa Barat dan Banten, Honda Bandung Center (HBC) mencatat penjualan mobil hampir mencapai 19.000 unit selama periode Januari-November 2019. Pencapaian itu cukup baik di tengah kondisi market mobil di Jabar yang turun 12%.

Diwartakan sindonews.com. Direktur HBC Iwan Tjandradinata mengatakan, tahun ini market mobil di Jabar mengalami penurunan 12%. Hal itu disebabkan melambatnya sektor tambang dan manufaktur. Sementara, penurunan suku bunga Bank Indonesia belum memberi dampak pada naiknya sektor pembiayaan.

(Foto: Ilustrasi/Google)

Kendati begitu, Honda masih mencatat penjualan cukup baik, hampir mencapai 19.000 unit. Pencapaian itu baru sekitar 97% dari target penjualan 21.734 unit hingga Desember 2019. Dia masih berkeyakinan, hingga akhir tahun ada peningkatan penjualan.

“Penjualan Honda masih menempati posisi kedua, ditopang penjualan Honda Brio yang menyokong sekitar 60% dari total penjualan Honda di Jabar. Sekitar 47% adalah Brio Satya atau produk LCGC (low cost green car),” jelas Iwan.

Menurut dia, produk LCGC tetap diminati masyarakat lantaran harganya yang terjangkau. Produk ini menjadi alternatif bagi mereka yang ingin membeli produk Honda, namun dengan harga terjangkau. Konsumen menurunkan pilihan kendaraannya akibat kondisi ekonomi yang belum stabil.

BACA JUGA :  Indeks Ketenagakerjaan, Perekonomian dan Kemiskinan di Jabar 2019

Dia meyakini, tahun depan produk LCGC Honda tetap akan menopang penjualan Honda di Jabar. Apalagi, kondisi market 2020 diprediksi tidak jauh beda dengan tahun ini. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) pun tahun depan hanya memproyeksikan pertumbuhan penjualan sekitar 5%.

“Tahun depan Honda juga hanya menargetkan naik 5%. Cukup konservatif dengan kondisi yang ada, yaitu mengikuti pertumbuhan ekonomi yang ada. Apalagi kami juga tidak akan mengeluarkan produk baru. Kami bertahan pada produk yang ada,” beber Iwan.

Untuk mempertahankan penjualan di tahun 2020, HBC memperkirakan tidak ada kenaikan harga. Menyesuaikan harga Honda hanya disebabkan kenaikan pajak (BBN).

(Foto: Ilustrasi/Google)

Junior Area Sales Manager HBC Kevin Hartanto menambahkan, penjualan LCGC Honda menjadi market leader dibandingkan produk kompetitor. Penjualan Honda Brio tercatat tumbuh 15%. Kontribusi terbesar dari Brio, HRV, Mobilio, Jazz, CRV, BRV, dan segmen sedan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: POTRETJABAR.COM