Gerbang Kawasan Marunda Center Kini Terhubung Langsung Terhubung Jalan Tol

PJ.BEKASI – Kawasan Industri Marunda Center kini resmi memiliki gerbang utama Marunda City yang terhubung langsung dengan Pintu Tol Tarumajaya. Peresmian akses strategis ini dikemas dalam acara “Marunda City & The Gate Opening Ceremony”, menandai tonggak penting transformasi kawasan menuju kota industri terpadu berstandar internasional.

Direktur Utama PT Multikarya Hasilprima sekaligus Presiden Direktur Marunda Center, Iwan Yuswanto Djunaedi, menyampaikan bahwa pembukaan gerbang baru tersebut merupakan jawaban atas kebutuhan utama para tenant, khususnya dalam hal efisiensi akses dan kelancaran arus logistik.

“Akses langsung ke Tol Tarumajaya diyakini mampu mempercepat mobilitas distribusi barang keluar dan masuk kawasan. Gerbang ini bukan sekadar infrastruktur, tetapi simbol transformasi Marunda Center menuju konsep Marunda City,” ujar Iwan di sela-sela acara peresmian.

Menurutnya, Marunda Center kini telah memasuki fase pengembangan baru dengan mengusung konsep Marunda City, yakni kota industri terintegrasi yang memadukan kawasan industri, pelabuhan, pusat logistik, area komersial, serta hunian. Ke depan, berbagai fasilitas penunjang seperti pendidikan, kesehatan, olahraga, dan ruang publik juga akan dikembangkan guna melengkapi ekosistem kawasan.

“Marunda City kami rancang sebagai katalis investasi lokal maupun internasional, sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi baru yang harmonis dan berkelanjutan,” tambahnya.

Saat ini, Marunda Center menawarkan beragam produk properti industri, mulai dari Standard Factory Building (SFB), Boutique Office, gudang sewa dengan total Net Lettable Area (NLA) ±20 hektare, hingga kavling industri siap bangun. Untuk harga, SFB ditawarkan mulai Rp4,9 miliar (belum termasuk PPN) dengan luas bangunan 288 meter persegi, sementara Boutique Office dipasarkan mulai Rp2,4 miliar.

Gerbang Marunda City terhubung langsung dengan ruas Tol Cibitung–Cilincing yang merupakan bagian dari Jakarta Outer Ring Road (JORR) 2, yang telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada September 2022. Konektivitas ini semakin memperkuat posisi Marunda City sebagai salah satu simpul logistik strategis di wilayah Jabodetabek.

Selain penguatan akses jalan tol, pembangunan pelabuhan fase kedua di kawasan Marunda Center juga tengah berlangsung. Pengembangan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas bongkar muat serta mendukung sektor logistik dan hilirisasi Crude Palm Oil (CPO) yang menjadi salah satu fokus utama kawasan.

Iwan menegaskan, keberadaan dan pengembangan Marunda Center telah memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian daerah, mulai dari peningkatan pendapatan pajak dan BPHTB, penyerapan ratusan tenaga kerja di sektor konstruksi, hingga mendorong pertumbuhan UMKM di sekitar kawasan.

“Efek berganda dari pertumbuhan tenant sudah mulai dirasakan. Industri berkembang, lapangan kerja bertambah, dan UMKM lokal ikut tumbuh bersama kawasan,” pungkasnya.

(Dam)










Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup
error: POTRETJABAR.COM