banner 728x90

[Opini] Kontestasi Politik Pemuda

  • Bagikan
Ali Syaifa AS (Komisioner KPU Kota Bekasi/Alumni KNPI)
Ali Syaifa AS Komisioner KPU Kota Bekasi/Alumni KNPI

Kontestasi Politik Pemuda

Oleh : Ali Syaifa AS
(Komisioner KPU Kota Bekasi/Alumni KNPI)

POTRETJABAR.COM – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) merupakan wadah berhimpun para pemuda dari berbagai unsur kepemudaan yang ada di Kota Bekasi. Sedikitnya ada sebanyak 115 organisasi kepemudaan yang berhimpun di KNPI Kota Bekasi.

Tidak kurang ada 103 berasal dari unsur Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) dan 12 Pengurus Kecamatan KNPI yang ada di Kota Bekasi. Oleh karena itu, oleh Pemuda di Kota Bekasi KNPI dianggap Organisasi Kepemudaan yang paling elit dan prestisius. Dikarenakan induk dari beragam Organisasi Kepemudaan.

Kontestasi arena pertarungan politik Pemuda dalam hal persaingan mengisi Jabatan Ketua KNPI/Pemuda Kota Bekasi selalu menarik untuk diikuti. Setidaknya ada 2 (dua) alasan yang mendasarinya. Pertama, KNPI merupakan Organisasi paling memiliki prestise di Kalangan Pemuda di Kota Bekasi.

Kedua, OKP yang berhimpun di KNPI Kota Bekasi jumlahnya cukup banyak. Terdiri dari banyak entitas, ada unsur dari OKP Nasional, ada juga unsur dari OKP Daerah. Ada unsur dari OKP Kemahasiswaan, ada juga unsur OKP dari sayap Partai, lengkap dan beragam sekali.

Karena itulah semua, sehingga menjelang Musda KNPI/Pemuda Kota Bekasi yang digelar pada 22-23 Desember 2020 kemarin, suhu politik Kepemudaan bergerak dinamis dan cenderung  memanas. Mesin politik dari masing-masing kandidat calon mulai bergerak dan bermanuver menuju pemenangan calonnya masing-masing. Lobi-lobi, strategi, dan taktik dilancarkan.

Ada sedikit kekhawatiran dalam kontestasi politik yang akan dilewati oleh para pemuda Kota Bekasi. Pertama, berkaitan dengan kontestasi perebutan jabatan Ketua (Kekuasaan)  KNPI/Pemuda Kota Bekasi. Kedua, pelaksanaan MUSDA di saat pandemi COVID-19.

Sebagaimana watak aslinya, kekuasaan itu menggiurkan. Sehingga, wajar mengapa banyak orang ingin meraih dan merengkuhnya. Dalam upaya meraihnya bisa membuat orang berlebihan, melampaui batas, dan tak segan-segan menghalalkan segala cara. Pandangan Machiavelli menyebutnya “Cara menjustifikasi tujuan”.

BACA JUGA :  [Opini] Disrupsi Kepemimpinan di Kabupaten Bekasi
Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI)
Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI)

Jika, hal ini yang mendominasi, tentu bukan hal yang baik bagi Pemuda Kota Bekasi kedepan. Karena spirit MUSDA KNPI/Pemuda Kota Bekasi adalah spirit persatuan, spirit kebersamaan, dan spirit kemajuan.

Ada 3 (tiga) hal yang dapat dilakukan agar  kandidat calon yang akan berkontestasi dalam upayanya memperebutkan jabatan ketua KNPI/Pemuda Kota Bekasi tidak melampaui batas dan menciderai spirit MUSDA KNPI/Pemuda. Pertama, hadirnya panitia pelaksana (OC dan SC) yang kredibel, profesional, dan proporsional.

Kedua, ketaatan pada aturan yang mengatur mekanisme kontestasi pemilihan. Dan ketiga, tumbuhnya kesadaran moralitas pada seluruh calon kandidat agar berkontestasi dengan cara-cara yang baik dan benar.

Protokol Kesehatan (Prokes)

Rupanya, adanya kekhawatiran pelaksanaan MUSDA KNPI/Pemuda di saat covid-19 akan menjadi cluster baru penyebaran covid-19 tidak lah menjadi kenyataan. Hal ini, dikarenakan kesiapan dan kesigapan panitia dibawah arahan ketua KNPI/Pemuda Kota Bekasi (Bung Beny Surya, S.E) mampu mendesain pelaksanaan musda sesuai dengan standar protokol kesehatan yang ada.

Panitia menyiapkan fasilitas Rapit Test gratis bagi peserta musda, memberlakukan jaga jarak fisik (psycal distancing), dan penggunaan masker. Hal ini berjalan baik, karena memang sudah ada basis kesadaran (awarenenss) di kalangan pemuda akan pentingnya protokol kesehatan. Itulah potret sesungguhnya pemuda Kota Bekasi, tunduk dan patuh pada protokol kesehatan. Sebagai mana arahan Ketua gusus tugas penanggulangan covid-19 (Dr. Rahmat Effendi/Walikota Bekasi).

Memang, di dalam pelaksanaannya. Terutama ditahapan menjelang pemilihan, pada pleno IV; tahapan pemaparan visi dan misi calon kandidat sempat terjadi keributan. Itu merupakan hal yang lumrah. Dikatakan lumrah kerena  demikianlah setiap pelaksanaan musyawarah pemuda selalu ada saja dinamika forum.

BACA JUGA :  [Opini] GENERASI BERFILSAFAT

Dahulu pun, pelaksanaan Musda KNPI/Pemuda selau ada dinamika forum. Keributan tersebut tidak tepat jika dikaitkan dengan adanya pelanggaran protokol kesehatan. Apalagi keributan itu hanya berlangsung beberapa detik saja.

Selanjutnya, kontestasi pemilihan Ketua KNPI/Pemuda Kota Bekasi yang diikuti oleh 5 (lima) kandidat calon Ketua KNPI/Pemuda Kota Bekasi dapat berjalan dengan baik dan lancar. Dimana ke 5 ( lima) kandidat tersebut adalah Agung Lesmana (PMII), Mardani Ahmad (HMI), M. Syahril Husnil Mubarok (AMPI), Rizanomasyaf (Pemuda Muhammadiyah), dan Mahfud Latuconsina.

Kelimanya merupakan pemuda yang baik yang memiliki niat baik untuk memajukan Pemuda Kota Bekasi. Lancar dan kondusifitas pelaksanaan Musda KNPI/Pemuda Kota Bekasi tidak lepas dari matangnya kelima kandidat calon tersebut dalam berkontestasi. Kelimanya memaknai bahwa kontestasi politik pemuda adalah upaya bersama dalam berlomba-lomba mencapai kebaikan (Fastabiqul Khairot).

Pada akhirnya, sahabat Mardani Ahmad secara sah dan meyakinkan dalam tahapan pemilihan dan penghitungan. Perolehan suaranya mengungguli kandidat lainnya. Perolehan suaranya dalam putaran pertama langsung diatas 50+1.

Sehingga, berdasarkan aturan ditetapkan sebagai Ketua KNPI/Pemuda Kota Bekasi periode 2020-2023. Kemenangan itu tidak lantas di maknai sebagai keberhasilan merengkuh kekuasaan semata. Akan tetapi, ingat bahwa Kekuasaan adalah Barang amanat. Harus bisa dipertanggungjawabkan tidak hanya dihadapan pemuda kota Bekasi tetapi kepada Tuhan kelak.

SELAMAT TAHUN BARU 2021
Selamat Ber-KNPI, Semoga Pemuda Kota Bekasi semakin maju dan berdaya saing.

Penulis : Ali Syaifa AS
(Komisioner KPU Kota Bekasi/Alumni KNPI)
Editor : Endang Firtana

banner 728x90 banner 728x90 banner 728x90 banner 20x50 banner 20x50 banner 20x50
  • Bagikan
error: POTRETJABAR.COM