Potret Bangunan Tua di Majalengka Tarik Perhatian Netizen, Ternyata Hadiah untuk Ratu Wilhelmina

Potret Majalengka – Potret bangunan tua di Majalengka yang digenangi air jernih menjadi sorotan natizen dari berbagai akun di media sosial.
Potret bangunan tua di Majalengka tersebut belum banyak diketahui masyarakat, jika di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, ada sumber mata air yang dibangun pada zaman penjajahan Belanda, yang hingga kini masih berfungsi dengan baik.
Sumber air alam tersebut dikenal dengan nama mata air Cipantan yang berada di Dusun Cigowong, Desa Ganeas, Kecamatan Talaga, Kabupaten Majalengka.
Selain mengairi sawah dan kebutuhan masyarakat. Potret bangunan tua di Majalengka yang ada sumber mata airnya itu menjadi kolam pemandian yang ramai dikunjungi wisatawan karena bernilai sejarah, juga magis.
Mata air yang ada di dalam bangunan menyerupai kolam yang mengeluarkan air sangat jernih, bahkan saking jernihnya dari kejauhan warna air tampak kehitam-hitaman.
Kedalaman genangan air hanya sekitar satu meter dengan luas kolam hanya sekitar 3×4 meter.
Menurut cerita warga sekitar, mata air Cipantan merupakan air tembusan dan dari Situ Sangiang.
Mitos yang berkembang di masyarakat, dahulu ada orang yang tenggelam di Situ Sangiang dan ditemukan di mata air Pantan, Cigowong.
Keterangan lain menyebutkan mata air itu muncul akibat dari aktivitas penambangan pasir.
Dikutip dari ciremaitoday, menurut pemerhati sejarah Grup Majalengka Baheula (Grumala) Nana Rohmana atau biasa disapa Kang Naro, saluran air Cipantan dibangun sekitar tahun 1930-an, atau pada era R.M.A Suriatanudibrata (1922-1944) yang merupakan Bupati Majalengka pada waktu itu.
“Mata air ini dibangun Belanda untuk dihadiahkan kepada Ratu Wilhelmina di hari ulang tahunnya. Bukan hanya itu, di Cipantan juga terdapat terowongan air bawah tanah yang panjangnya mencapai 150 meter dan dibangun karena longsornya bukit sekitar mata air Cipantan,” ujar Kang Naro. (Fah)










