Scroll Untuk Melanjutkan Membaca
Example 360x660
KESEHATAN

Buang Stigma Buruk Bagi Warga Terkonfirmasi Positif Covid-19

×

Buang Stigma Buruk Bagi Warga Terkonfirmasi Positif Covid-19

Sebarkan artikel ini
Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Majalengka H Alimudin.
Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Majalengka H Alimudin.(Foto : Samsul Ma’arif/potretjabar.com)

Setiap orang sama berpotensi terpapar Virus Corona

PJ. MAJALENGKA – Melonjaknya kasus terkonfirmasi Positif Covid-19 di Kabupaten Majalengka membuat keperihatinan semua pihak. Termasuk stigma buruk orang terkonfirmasi begitu melekat di tengah masyarakat.

Pemahaman ini perlu diluruskan kapada siapapun orangnya baik warga miskin, orang kaya yang memiliki jabatan atau tidak, semua terancam terpapar Virus Corona.

Penegasan itu disampaikan Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Majalengka H Alimudin.

“Orang yang positif Covid-19 itu bukan aib dan tidak pandang bulu. Semua orang berpotensi terpapar. Baik itu pejabat, rakyat, dokter, pemimpin, dll. Mari kita berikan edukasi kepada masyarakat serta dukungan moril bagi yang terpapar,”kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka, Jum’at (7/8/20).

Menurut dia, muncul fenomena sosial yang memperparah stigma sosial terhadap seseorang atau sekelompok orang yang mengalami gejala berupa diskriminasi, perlakuan berbeda, pelecehan status, perlu diluruskan.

“Yang perlu dihindari itu pencegahaan kita agar kita tidak tertular, bukan memberikan sanksi sosial bagi orang yang terkena virus,”tuturnya.

Dikatakan dia, jika stigma buruk terus terpelihara di masyarakat dapat membuat orang-orang menyembunyikan sakitnya. Termasuk hanya akan memperparah situasi dan kondisi baik secara mental maupun pada penyebaran penyakit itu sendiri.

“Pasien Covid-19 pasti merasa tertekan secara mental maupun psykologis di masyarakat. Hal ini terjadi karena masyarakat sering mendapatkan berbagai berita negatif tentang penyakit ini meskipun dari hasil medis menyebutkan kemungkinan sembuh penyakit ini adalah 97%,”paparnya.

BACA JUGA :  dr. Alam : Perangkat Desa Sukaindah Gelar Hajatan Langgar Prokes Dipanggil ke-Polsek

Ali menambahkan stigmatisasi tersebut sangat berdampak terhadap imunitas seseorang yang terkait Covid-19 dan akan berpengaruh dalam proses penyembuhan pasien Covid-19.

Hal senada diungkapkan Sekretaris Daerah Kabupaten Majalengka H Eman Suherman. Menurutnya, upaya dalam meminimalisir stigma negatif Covid-19 di masyarakat perlu membangun komunikasi yang baik dengan semua pihak.

“Pemberitaan media terkait informasi yang utuh soal penularan virus yang selama ini sering tidak sampai ke masyarakat dan itu sangat mempengaruhi stigma terhadap orang terkait Covid-19 baik itu kontak erat, suspek, probable, dan terkonfirmasi,”ucap Sekretaris Covid-19 Kabupaten Majalengka.

Dia menambahkan, media juga disarankan bukan hanya pada fokus pada pertumbuhan kasus tapi pada pemberitaan yang positif.

“Intinya mencegah dan menghentikan stigma di sekitar kita tidak sulit, bila semua pihak bersatu padu dalam berkomitmen untuk tidak menyebarkan prasangka dan kebencian pada kelompok tertentu yang terkait dengan COVID-19. Intinya, kita semua dapat ikut berperan untuk meminimalisir stigma negatif tersebut demi upaya bersama menanggulangi pandemi ini,”paparnya. (Sul/PJ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: POTRETJABAR.COM