Satu Meninggal Empat Orang Positif, Babelan Darurat DBD?
PJ.BEKASI – Satu orang warga Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi Jawa Barat meninggal dunia dan empat orang warga lainya dinyatakan positif Demam Berdarah Dengue (DBD).
Kades Muara Bakti Asnawi mengatakan, staf pada pemerintahannya meninggal dunia akibat penyakit DBD.
”Ini bentuk antisipasi agar kejadian kemarin tidak terulang. Salah satu staf kami meninggal dunia akibat DBD, dan kami tidak ingin hal itu terjadi lagi. Lebih baik mencegah daripada mengobati,” kata Asnawi, Kamis (17/04/25).
Kata ia, untuk mengatasi penyebaran penyakit yang disebabkan nyamuk aedes aegypti yang merupakan faktor utama penyakit DBD.
Pemerintah Desa Muara Bakti memberikan empat alat fogging agar segera menggunakannya di wilayah masing-masing kadus, terutama di titik-titik rawan yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
Pemerintah Desa juga mengimbau masyarakat untuk turut serta dalam menjaga kebersihan lingkungan, menutup dan menguras tempat penampungan air, serta mengubur barang-barang bekas yang bisa menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk.
Dengan langkah konkret ini, Desa Muara Bakti berharap bisa menekan angka kasus DBD dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi seluruh warganya.
4 Warga Desa Kedung Pengawas Positif DBD
Sebanyak empat warga Desa Kedung Pengawas Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi dinyatakan positif Demam Berdarah Dengue (DBD), Warga pun dihimbau agar segera melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).
Mengetahui hal itu, Puskemas Babelan bekerja sama dengan Pemerintah Desa langsung melakukan pengasapan atau fogging dilingkungan pasien yang terjangkit DBD.
”Saya selaku petugas Puskesmas, berdasarkan laporan dari warga ada yang terjangkit DBD, sesuai dengan SOP yang berlaku lebih dari 1 orang dalam 1 minggu bahasa saya wajib pengasapan,” kata petugas Puskesmas Babelan Sudirman, Senin (14/04/25).
Langkah ini untuk mencegah lanjut Ia, minimal seminggu sekali membersihkan bak mandi atau ada kaleng bekas yang tergenang air karena itu adalah tempat sarang larva nyamuk aedes aegypti yang merupakan faktor utama penyakit DBD.
”Saya edukasikan bahwa sebenarnya pengasapan ( fogging ) tidak terlalu bagus atau maksimal, akan tetapi saya sarankan agar ada kader jumantik di setiap rumah atau bahasanya Pemberantasan Sarang Nyamuk ( PSN ),” tegasnya.
”Dengan melakukan pengendalian jentik nyamuk DBD, kita dapat mengurangi resiko penyebaran penyakit DBD.” ujar Ia menambahkan.
Ditambahkan, Kepala Desa Kedung Pengawas Nasaruddin mengatakan, upaya pemberantasan dan menekan penyebaran penyakit DBD terus digencarkan oleh Pemerintah Desa bekerja sama dengan Puskesmas Babelan I.
Upaya kali ini melakukan kegiatan fogging atau pengasapan dilakukan di Rt 01 dan Rt 02 Rw 02 di wilayah Kadus I Desa Kedung Pengawas sebagai respons atas meningkatnya kasus DBD di wilayah tersebut.
”Kebetulan staff Desa beserta warga kami positif ada yang terjangkit DBD sampai di rawat inap, tercatat laporan ada 4 orang warga, jangan sampai nambah lagi ke warga yang lain, saya selaku Kepala Desa bekerjasama dengan pihak Puskesmas Babelan 1 mengadakan pengasapan ( fogging ) di wilayah ini, maka kami melakukan fogging ini untuk meminimalisir penyebarannya,” ungkapnya.
Dihimbau untuk semua masyarakat khususnya Desa Kedung Pengawas Kecamatan Babelan, agar menjaga kebersihan lingkungan mulai dari rumahnya terutama yang ada genangan air karena itu adalah sarang jentik nyamuk.(Dam)








