Guru Honorer Kecewa, Bupati Bekasi Berbohong

  • Bagikan
Foto Redaksi
Foto Redaksi

PJ. BEKASI – Ratusan Guru Honorer se – Kabupaten Bekasi yang tergabung dalam Fron Pembela Honorer Indonesia atau (FPHI) bersama Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) menagih janji Bupati Bekasi Eka Supria Atmadja yang sampai saat ini tidak ditepati alias bohong.

Kekecewaan para Guru Honorer itu diutarakan dengan melakukan aksi damai dengan long march mengelilingi Komplek Perkantoran Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi.

Ketua korda (FPHI) Kabupaten Bekasi Andi Heryana  menjelaskan jika sebelumnya Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja telah berjanji akan menaikan upah guru honorer di Kabupaten Bekasi.

“Kami merasa telah dilukai dan Bupati telah berbohong kepada kami yang mana telah berjanji dengan tegas dan nyata kepada kami bahwa akan menaikkan kami menjadi 2,8 tapi sampai sekarang tidak ada pembahasan dewasa ini masuk cuma Rp.300.000 itu dan hari ini kami bersama dengan teman kami,”ungkap Andi saat Aksi.

BACA JUGA :  Marak Kenakalan Pelajar, Dua Aktor Muda Indonesia Datang ke Sekolah di Bekasi

Aksi ratusan Guru Honorer tersebut merupakan sebuah aksi lanjutan. Sebelumnya juga telah dilakukan aksi serupa hal ini sebagai bentuk kekesalan terhadap  Bupati Bekasi yang telah mengingkari janji terhadap  guru honorer terkait kenaikan upah terhadap guru honorer.

“Sebelumnya satu koma delapan  juta rupiah menjadi dua juta delapan ratus ribu rupiah  namun realitanya hanya mengalami kenaikan sebesar 300 ribu saja, sampai saat ini belum ada realisasi,”tutur Andi Heryana.

Ia juga menyayangkan dengan adanya program pembangunan penunjang sekolah atau toilet sekolah yang memakan anggaran hampir 200 juta rupiah per toilet.

“Dengan pembangunan SD itu juga sangat kami melihat fenomena yang ada di lapangan pembangunan WC di sekolah ada di sekitar 4 ribuan pulau yang tersebar di Kabupaten Bekasi dengan anggaran 190 juta sangat fantasti sekali,”sesal Ia.

BACA JUGA :  SMK TIM di Bekasi Gratiskan Bagi Siswa Yatim Piatu Sampai Lulus
Foto Redaksi
Foto Redaksi

Selain menuntut upah para Guru Honorer, Ia juga menuntut Bantuan Sosial (BANSOS) terhadap para Guru Honorer yang terdampak pandemi Covid 19 hal ini lantaran bantuan tersebut belum diterima para guru terhitung 4 bulan terkhir.

“Selama 4 bulan bansos belum juga kita terima terutama para guru honorer,harusnya dari pemerintah perhatikan kami juga, karena kami itu guru mengajar anak bangsa”keluhnya.

“hari ini Bupati tidak menemui perwakilan dari kami, di hari Jumat kami akan mengirimkan surat perpanjangan untuk aksi pada hari Senin sampai Minggu depan Polres kabupaten Bekasi Kabupaten Bekasi,”pungkas Ia.(Ade)

  • Bagikan
error: POTRETJABAR.COM