Kapolrestro Bekasi : Belajar Tatap Muka Tetap Terapkan Protokol Kesehatan

  • Bagikan
Foto Redaksi
Foto Redaksi

PJ. BEKASI – Kapolres Metro Bekasi Kombespol Hendra Gunawan, mengatakan, pelaksanaan simulasi prosedur dan tahapan pembelajaran tatap muka di massa Pandemi Covid 19 dilakukan di SDN Karang Raharja 02 dan SMPN 3 Cikarang Utara, Hal ini guna menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) pada saat proses belajar mengajar kedepannya.

“SDN Karang Raharja 02 dilakukan simulasi dari awal kedatangan siswa, dicek dahulu dari suhu badan ketika mau memasuki kelas lalu cuci tangan dan di dalam kelas pun menjaga jarak dalam pembelajaran, siswa juga di anjurkan untuk membawa bekal makanan dari rumah masing-masing untuk menghindari jajan diluar dan menghindari bertemu dengan orang, “kata Hendra.Selasa (15/12/20).

Lanjut Hendra, pada saat Simulasi di sekolah adalah agar ada nya Shift masuk pada siswa yang melakukan belajar mengajar, sesering mungkin melakukan cuci tangan, hindari jajan diluar, ke sekolah diantar orang tua atau keluarga. Semua harus di terapkan guna kelancaran proses belajar mengajar pada era pandemi Covid-19.

“Kita juga harus waspada karena wabah Covid belom berakhir,”terang Ia.

BACA JUGA :  Satpol PP Jabar Monitoring PTM di SMAN 5 Pameungpeuk
Foto Redaksi
Foto Redaksi

Sementara, Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja mengatakan, sesuai dengan arahan dari Pemerintah Pusat, pemerintah daerah diberikan kewenangan untuk melakukan belajar tatap muka.

“Tentu saja harus ada persiapan-persiapan, seperti ijin dari pemerintah daerah, kesiapan pihak sekolah dan juga ijin dari orang tua murid,” ujar Eka Supria Atmaja di SD Negeri 02 Kampung Walahir, Desa Karang Raharja Kecamatan Cikarang Utara dan SMP Negeri 3 Cikarang Utara, pada Selasa (15/12/20).

Selain itu, sambung Eka, pemerintah daerah juga ikut menyiapkan sarana sanitasi di sekolah untuk mendukung kesehatan para siswa dan guru seperti tempat mencuci tangan dan MCK.

“Para siswa dan guru juga wajib memakai masker dan cek suhu tubuh sebelum masuk ke area sekolah. Kemudian para guru juga harus mengikuti tes Swab dan rapid test secara berkala,” kata dia.

Lebih lanjut Bupati Eka mengatakan, setiap kelas hanya boleh diisi 50 persen dari kapasitas ruang kelas yang ada, agar para peserta didik dapat menjaga jarak pada saat kegiatan belajar mengajar.

“Atau bisa juga nanti dibikin beberapa shift. Misalkan shift satu pagi hari, nanti siangnya ada lagi. Selain itu, kita juga tidak mengijinkan ada kegiatan ekstra kulikuler, mobiltas siswa cukup dari rumah ke sekolah,” ucapnya.

BACA JUGA :  Marak Kenakalan Pelajar, Dua Aktor Muda Indonesia Datang ke Sekolah di Bekasi

Bupati Eka berharap kegiatan belajar tatap muka di Kabupaten Bekasi yang akan dimulai awal tahun 2021 dapat berjalan dengan baik, dengan memperhatikan  prosedur protokol kesehatan yang ketat, agar terhindar dari penularan virus Covid-19.

Disindir terkait viralnya pembangunan WC yang bernilai Rp 200 Jutaan, yang diketahui sebelumnya ada sejumlah 448 bangunan WC yang sedang di bangun menggunakan anggaran APBD tahun 2020, dengan nilai yang cukup funtastic jika dikalkulasikan hampir mencapai Rp. 98 Milliar, dirinya (Eka_red) menyarankan untuk lebih jelasnya ke bidang tekhnis saja.

Dalam pantauan awak media acara simulasi tersebut di gelar di dua sekolah SDN Karang Raharja 02 dan SMPN 3 Cikarang Utara.

Acara tersebut dihadiri oleh Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Hendra Gunawan, Dandim 0509/Kabupaten Bekasi,serta Letkol Kav Tofan Tri Anggoro serta pimpinan perangkat daerah.(Ful/Ade)

  • Bagikan
error: POTRETJABAR.COM