Tersangka Kasus Sampah Ilegal di Kabupaten Bekasi Terancam 15 Tahun Penjara

PJ. JAKARTA – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menetapkan satu orang tersangka kasus tempat pembuangan sampah ilegal di kali Cikarang Bekasi Laut (CBL) Kabupaten Bekasi Jawa Barat. KLHK menyebut tersangka berinisial ES yang merupakan pengelola TPS ilegal itu terancam hukuman 15 tahun penjara dan atau denda Rp.15 miliar.

“Saudara ES adalah pelaku penanggung jawab pengelolaan sampah di Bekasi ini, yang kami dapatkan di lokasi, dan kami akan mengembangkan dengan pihak-pihak lain. Kami akan berkoordinasi dengan penyidik. Kita harus mendalami pihak-pihak mana saja yang terlibat dan bertanggung jawab dengan pembuangan sampah ilegal ini,” kata Dirjen Penegakan Hukum LHK Rasio Ridho Sani di gedung Manggala Wanabakti, Jakarta Pusat, dilansir dari detikcom, Jumat (25/2/22).

“Saat ini kami menyampaikan baru satu orang yang ditetapkan tersangka, Saudara ES. Nanti akan kami sampaikan tersangka lainnya,” lanjutnya.

Dia mengatakan pelaku yang membuat tempat pembuangan sampah ilegal terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara atau denda maksimal Rp 15 miliar.

“Ancaman hukumannya 15 tahun penjara dan denda Rp 15 miliar. Kami juga akan menyiapkan pasal-pasal lainnya, ini yang perlu jadi perhatian semua pihak. Kami sampaikan tindakan serius LHK ini harus jadi pelajaran semua pihak,” tuturnya.

BACA JUGA :  Keruk Migas, PT. Pertamina Sepantasnya Peduli Terhadap Warga Jabar

Dia mengatakan penetapan tersangka ini ditujukan untuk memberi efek jera kepada para pelaku pembuangan sampah ilegal. Dia mengatakan penanganan kasus tempat pembuangan sampah ilegal bukan cuma di Bekasi.

“Kita sudah melakukan penanganan beberapa lokasi, tidak hanya Bekasi, tapi juga di daerah lain termasuk Tangerang, Bogor. Namun untuk hukum pidana ini pertama kali dilakukan, karena kamu melihat ini bisa memberi efek jera kepada para pelaku pembuangan sampah ilegal,” katanya.

Sebelumnya, KLHK melakukan penyelidikan kasus pembuangan sampah ilegal di Desa Sumberjaya, Bekasi, Jawa Barat. KLHK menyebut pembuangan sampah ilegal itu telah dilakukan bertahun-tahun yang menyebabkan terjadinya banjir.

“Diperkirakan telah beroperasi bertahun-tahun, dari 2014 sampai Januari 2022. Kegiatan tersebut menyebabkan banjir dan pencemaran air sungai,” kata Direktur Penegakan Hukum Pidana KLHK, Yazid Nurhuda.

Yazid mengatakan kasus sampah ilegal tersebut bermula dari aduan lembaga swadaya masyarakat (LSM) kepada Direktorat Jenderal KLHK pada Rabu (26/1). Aduan tersebut berupa adanya tempat pembuangan sampah (TPS) ilegal sepanjang 3 km di bantaran sungai CBL (Cikarang, Bekasi, Laut), Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

BACA JUGA :  Begini Penanganan Perkara Penggelapan Motor Milik Penjual Bubur yang Curhat di Medsos

Yazid mengatakan terdapat dua timbunan lokasi sampah ilegal yang memiliki panjang 13 km. Dia menyebut luas lokasi TPS ilegal itu kurang lebih 36,360 meter kubik atau 3,6 hektare dengan volume timbunan diperkirakan 508,775 meter kubik.

“Ada dua lokasi timbunan sampah ilegal, ada di samping Sungai CBL dan dibatasi dengan jalan tol. Jadi ini jalan tol yang belum dioperasikan, dulu sebelum ada jalan tol ini jadi satu lokasinya,” katanya.

Kemudian dari penyelidikan tersebut, Yazid mengatakan satu tersangka telah ditetapkan. Dia menyebut saat ini tersangka itu ditahan di Rutan Bareskrim.

“Kami sudah tetapkan Saudara ES sebagai tersangka, dia berperan sebagai penanggung jawab kegiatan tersebut, saat ini ditahan di Rutan Bareskrim,” tuturnya.(*)